ISLAM DAN KEPEMIMPINAN

Oleh : Afdhol Abdul Hanaf

 

ISLAM DAN KEPEMIMPINAN

Manusia merupakan makhluk Allah yang memiliki tugas berat di muka bumi ini. Selain sebagai ‘abdi Allah manusia juga bertugas sebagai khalifatullah. Khalifah di sini tidak sekedar sebagai pemelihara di muka bumi, akan tetapi manusia juga merupakan pemimpin. Allah telah berfirman di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah 31 :

øŒÎ)ur tA$s% š•/u‘ Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ’ÎoTÎ) ×@Ïã%y` ’Îû ÇÚö‘F{$# Zpxÿ‹Î=yz (

Artinya : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”

Dari ayat di atas sangatlah jelas bahwa Allah SWT telah mempercayakan kepada manusia untuk menjadi khalifah. Yang di maksud khalifah di sini adalah sebagai pemelihara dan pemimpin di muka bumi.

            Islam telah mengajarkan berbagai macam hal yang berkaitan dengan kepemimpinan. Rasulullah SAW merupakan salah satu pemimpin yang menjadi panutan bagi umat islam. Beliau merupakan sosok pemimpin yang sangat bijaksana, jujur, rendah hati, tegas, dan lain-lain. Saat Rasulullah menjadi pemimpin, kepentingan umatlah yang menjadi prioritasnya. Beliau tidak pernah menggunakan jabatannya sebagai pemimpin untuk kepentingannya sendiri. Karena dapat dipercaya, beliau mendapatkan gelar Al-Amin. Beliau juga bersifat sidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (mengajak kepada kebaikan), dan fatanah (cerdas) sehingga dengan sifat-sifat itu beliau dapat memimpin umat islam dan membawanya kepada kemajuan yang sangat pesat. Itulah pemimpin terbaik umat islam sepanjang masa dan menjadi teladan bagi seluruh umat islam sampai saat ini.

Kepemimpinan yang ada di dunia saat ini, khususnya di indonesia sudah tidak lagi seperti pada masa Rasulullah maupun khulafa’urrasidin. Aturan-aturan yang ada di dalam Al-Qur’an dan Sunnah sudah mulai ditinggalkan. Hukum-hukum negara pun sudah tidak menjadi hukum yang di taati lagi. Hal ini disebabkan karena dalam kepemimpinannya sudah tidak lagi mementingkan umat ataupun rakyatnya. Kepentingan diri sendiri dan kepentingan partainya lah yang mereka prioritaskan. Dengan lemahnya hukum yang ada, maka rakyatpun sudah tidak karuan untuk berbuat sesuai dengan yang diinginkannya, walaupun perbuatan itu melanggar aturan agama maupun aturan negara. Semua ini terjadi juga karena ketidaktegasan seorang pemimpin dan sudah tidak bisa diteladani lagi pemimpin-pemimpin negara. Seorang pemimpin harus memiliki ketegasan. Seorang pemimpin juga harus memiliki iman yang kuat sehingga bisa menjadi teladan bagi rakyatnya.

Saat ini umat islam sangat membutuhkan seorang pemimpin seperti Rasulullah SAW, pemimpin yang bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada saat ini. Demi masa depan yang baik, mulai saat ini harus segera menyiapkan kader-kader islam agar nantinya bisa menjadi pemimpin yang berusaha untuk kembali kepada aturan-aturan agama dan dapat menegakkan kembali aturan-aturan negara yang telah lama padam. Dengan persiapan yang matang, insyaallah kelak umat islam, khususnya yang ada di Indonesia akan mendapatkan pemimpin yang tegas, memiliki iman yang kuat, adil, bijaksana, jujur, dan cerdas sehingga umat islam akan menyusul ketertinggalannya terhadap dunia barat dan kejayaan islam bisa terulang kembali. Wallahua’lam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s